Gambaran Tarian Erotis Pulau Bali

Gambaran Tari Bumbung Erotis Pulau Bali

Joged Bumbung adalah tarian khas Bali dan tari pergaulan yang ditampilkan dalam acara sosial masyarakat Bali seperti pernikahan dan acara lainnya. Tarian ini biasanya dilakukan oleh sorang wanita yang kemudian akan mencari pasangan pria dari penonton untuk diajak menari bersama. Tarian bumbung merupakan tarian pergaulan yang dulu diciptakan oleh petani untuk menghibur saat sedang beristirahat. Kemudian tarian tersebut diminati oleh masyarakat sekitar, dan menjadi sebuah kelompok seni yang melestarikan tarian ini.

Tarian yang memiliki pesona erotis di mata penikmat, khususnya bagi pria dewasa ini memang sedikit terkesan vulgar. Namun dari tarian bumbung ini, Bali menjadi Pulau yang banyak di kunjungi turis lokal-turis dari berbagai penjuru dunia hanya untuk menyaksikan tarian erotis tersebut. Joged bumbung yang awalnya adalah sebuah tarian untuk meramaikan acara dengan aturan dan gerakan yang masih terkontrol, kini menjadi sebuah tarian yang sangat vulgar karena menghilangnya unsur-unsur budayanya.

Saat musik tradisional Bali dimainkan, sang penari akan menari dengan memilih penonton sebagai pasangan menari. Beberapa para penonton juga sangat antusias untuk bergantian menemani sang penari yang dengan linacah melenggokkan tubuhnya. Secara bergantian, sang penari akan memberikan isyarat kepada penonton untuk dipanggil dan menari bersama. Tarian ini biasanya di selenggarakan setiap malam hari dengan sejumlah alat musik tradisional Bali sebagai pengiring tarian.

Kini joged bumbung menjadi tarian yang berisikan gerakan-gerakan pornografi. Para penonton yang di ajak untuk berjoget bersama penari, kebanyakan tidak bisa mengontrol diri sehingga terjadi gerakan-gerakan diluar budaya Bali itu sendiri. Di tambah beberpa positingan foto serta video joged bumbung yang diluar kendali, membuat beberapa masyarakat Bali bertindak untuk menghilangkan tarian turun-temurun ini. Namun beberapa desa yang ada di Bali juga masih ada yang menyelenggarakan tari bumbung dengan peraturan yang dibuat oleh masyarakat sekitar, dan memberi tahu bahwa tarian tersebut adalah kesenian yang harus dilestarikan dan bukan suatu ajang porno aksi.