Kuliner Malam Pecinan Semarang

Wisata kuliner malam Waroeng Semawis Semarang menyediakan aneka jenis makanan dan jajan khas Semarang

Warung Semawis adalah salah satu ikon wisata kuliner malam khas Semarang yang cukup unik. Nama Semawis sendiri berasal dari singkatan “Semarang untuk Pariwisata”.

Warung Semawis diresmikan sejak tahun 2005, dan dibuka setiap hari Jum’at, Sabtu dan Minggu. Pasar Semawis ini terletak di lokasi Gang Warung kawasan pecinan, dimana akan ditutup bagi kendaraan pada malam harinya. Disini kita dapat menemukan aneka jenis makanan khas Semarang saat memasuki kawasan ini.

Mulai dari pukul 18.00 – 23.00 WIB, Waroeng Semawis menyajikan aneka jajanan serta kuliner malam dengan nuansa tenda tenda. Beberapa makanan atau kiliner khas Semarang banyak kita jumpai di sini. Sepanjang jalan Gang Waroeng sengaja ditutup aksesnya untuk kendaraan, sehingga pengunjung harus jalan kaki di sepanjang area.

Dulu pada pada tahun 2004 silam, tempat ini adalah Pasar Imlek Semawis yang digelar untuk memperingati 600 tahun meninggalnya Laksamana Cheng Ho di Semarang. Acara tersebut digelar selama 3 hari jelang Hari Raya Imlek, pasca diresmikannya Imlek sebagai Hari Libur Nasional oleh Presiden Abdurrahman Wahid masa itu. Selanjutnya acara ini tak hanya digelar tahunan, melainkan mingguan dengan sebutan Pasar Semawis dan sebagai Pusat Jajan Semarangan.

Jajanan atau kuliner yang ditawarkan sangat banyak, mulai dari hidangan khas Tionghoa, masakan khas Semarang, hingga masakan nusantara seperti nasi ayam, nasi gudeg, nasi pindang dan Soto Sapi. Tak hanya makanan, disini juga menyediakan es puter, dan aneka macam kue. Menu utama di Pasar Semawis adalah sate babi singapore.

Para wisatawan yang jajan ditempat ini tidak hanya khusus orang tionghoa saja, karena Pasar Semawis juga menyajikan masakan yang tidak mengandung unsur babi. Jadi para wisatawan yang beragama muslim bisa menikmati kuliner malam di area pecinan ini.