Razia Klub Malam Libatkan Artis Cantik

Razia Klub Malam

Beberapa artis Indonesia kini sedang beralih ke dunia malam yakni club. Sejumlah artis belajar untuk menjadi Disk Jokey (DJ) sebagai pengisi kekosongan waktu. Namun beberapa tahun lalu ada salah satu artis yang sempat terkena razia saat sedang menampilkan kebolehannya dalam memix musik.

Pada hari Senin tanggal 24 Agustus 2015, Amel Alvi sempat sewot ketika ia terjaring dalam razia narkoba di kawasan Makassar 21 Agustus yang lalu saat tengah nge-DJ pada klub malam. Walau hasilnya test yang ia lakoni negatif, Amel merasa marah ketika diminta tes urine. “Jadi waktu aku nge-DJ Jumat malam itu, aku baru naik 2 lagu lalu tiba-tiba aja disuruh matiin. Nah aku kan seharusnya dilindungi, diamanin, loh malah akunya yang tes urine duluan.

Selanjutnya, Amel melanjutkan kronologinya saat merasa tidak diperlakukan dengan baik ketika ditest narkoba. Ia pun merasa tidak nyaman sebab ia hanya berniat untuk kerja di malam itu. “Aku ditarik, gak dengan cara baik-baik. Sementara itu, Minola Sebayang yang sebagai pengacara Amel juga mempertanyakan terkait razia yang berlangsung. Ia menilai bahwa razia itu seharusnya sifatnya rahasia dan tak diumbar seperti yang terjadi pada Amel. Apakah Razia atau penggrebekan ? karena kalimat tersebut merupakan dua hal yang berbeda.

“Setelah keluar toilet, akunya gak dikawal bahkan dari pihak sekuriti juga. Aku lalu jalan sendiri ke table, difoto-fotolah, aku pun marah sebab kan tadi hasilnya negatif, ngapain juga sih. Jangan mentang-mentanglah aku kerjanya di klub lalu aku pasti pakai narkoba,” keluhnya. Bintang dalam film ‘Romeo & Rinjani’ tersebut mengaku sangat kesal sebab lanjut dicecar sehubungan razia tersebut walau hasilnya negatif. “Aku ngerasa marah, kesel, sebab hasilnya udah negatif tetapi masih aja nyecar,” tutupnya.

Hal ini merupakan kaca bagi para pecinta dunia malam, dan para aparat kepolisian. Bahwasanya, tidak semua orang yang sering keluar masuk Klub malam itu pemakai (narkoba). Jadi pernyataan dari Amel Alvi ini merupakan suatu tamparan buat para pihak yang mediskripkasikan orang yang beraktivitas di malam hari.