Sepak Terjang Ayam Bersepatu

Ayam Kampus adalah sebuah istilah yang diberikan untuk pekerja seks komersial (PSK) yang terdiri dari kalangan mahasiswi. Untuk melacak keberadaannya juga bisa dibilang tidak mudah, karena jika kita melihat dari segi penampilan sama dengan mahasiswi-mahasiswi yang lain. TIdak ada penampilan yang mencolok dari si Ayam Kampus ini, karena sejatinya mereka masih duduk dibangu kampus.

PSK pada umumnya akan terang-terangan untuk mengajak atau bahkan menawarkan diri, berbeda dengan Ayam Kampus yang tidak secara langsung untuk meminta “naik” serta ayam kampus cenderung hampir tidak dapat dilacak keberadaannya karena sifatnya terselubung oleh setatus mahasiswinya.

Calon konsumen harus mengontak perorangan layaknya chating dengan orang yang sudah kita kenal lama, namun jika PSK biasanya harus menghubungi “mami” nya untuk dapat keluar dengan si wanita ini.

Ayam kampus lebih banyak memilih jalur individual yang berarti tidak memiliki agensi untuk pemasarannya, karena ia hanya akan memberikan signal setelah usai perkenalan

Hal ini untuk menjaga kerahasiaan provesinya selama operasi berjalan, karena menurut mereka jalan ini adalah jalan aman yang akan mereka pakai. Diluaran banyak juga yang bergabung di sejumlah cafe dengan konsep window shopping, dan hotel-hotel tertentu. Layaknya anda ingin membeli suatu barang yang terpajang didalam etalase, anda dapat melihat beberapa foto yang ada sebelum memilih untuk bermain berdua.

Tempat lain yang subur untuk menemukan Ayam kampus yaitu karaoke, club malam. Tak jarang ada ayam kampus yang akan memacari konsumennya jika ia merasa nyaman.

Tentu saja si laki-laki sang pacar ayam kampus ini harus benar-benar mematikan hatinya selama berpacaran dengan wanita ini, dengan arti, anda harus tidak boleh sakit hati karena anda tahu sang pacar bisa tidur dengan lelaki manapun demi uang, bahkan sebatas suka sama suka.

Ayam kampus atau ada juga yang menyebut dengan ayam bersepatu ini pada umumnya melakukan hal ini karena beberapa masalah. Dari himpitan mahasiswi yang mereantau, atau dilatar belakangi oleh keluarga yang broken home. Namun, faktor yang sangat berpengaruh terjadinya hal ini dikarenakan tuntutan pergaulan yang sangat tinggi.

Di kota Surabaya banyak terdapat beberapa ayam kampus yang berkedok salon dan spa, yang akan bisa “dieksekusi” dengan kisaran harga sekitar Rp 2,5 jutaan. Lain halnya dengna Surabaya, di kabupaten Subang Jawa Barat ada sebuah pedesaan yang menjadikan pematik rasa penasaran orang-orang kota untuk datang ke sana.

Suasana pedesaan yang cukup sunyi dan berbaur dengan rumah warga setempat, ternyata ada praktik dunia malam juga yang menawarkan wanita dengan harga yang relatif murah.

Dari siswi SMA, Mahasiswi (Ayam kampus), hingga wanita penghibur yang sudah senior akan dengan leluasa mengajak tamunya untuk masuk kerumahnya. Walaupun mereka tinggal dengan anggota keluarganya, ia dengan santai akan melakukan hal yang secara sopan santun tidak pantas untuk dilakukan di depan orang tuanya sendiri. Hal ini juga sudah menyebar ke sejumlah tempat di kabupaten Subang dengan metode yang sama.

Hal lain yang membedakan Ayam kampus dengan PSK adalah tutur sapanya yang membuat kita tidak dapat berpaling darinya. Sebenarnya jika ditarik garis lurus, ayam kampus lebih cenderung hanya untuk mencukupi kebutuhannya di perantauan.

Namun hal ini sudah tertutup oleh sifat manusiawi, yang ingin dapat terpenuhi. Kebanyak dari ayam kampus juga digait oleh para pejabat-pejabat yang ingin merasakan fantasinya dengan mahasiswi.

Diera yang semakin canggih, sejumlah PSK kini banyak mengaku bahwa dirinya adalah mahasiswi agar tamunya bisa agak banyak. Karena Ayam kampus lebih banyak dicari, dibandingkan dengan PSK.

Hal ini bukan hanya soal cara pandang, karena kebanyakan dari Ayam kampus hanya akan mau bermain dengan lelaki yang memiliki profesi seperti kantoran. PSK lebih cenderung akan mau selama konsumen membayar, dengan tanpa kecuali untuk usia yang akan menggunakannya.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *