SPG Dan Sepenggal Kisah Gelapnya

Sepenggal Kisah SPG Masuk Dikehidupan Gelap

SPG (Salles Promotion Girl) adalah seorang wanita dengan kriteria yang menarik, tubuh proposional, dan pandai dalam menawarkan produk yang sedang ia jual. Ini adalah salah satu taktik suatu perusahaan yang menggunakan jasa SPG untuk menarik para pembeli.

Kaum hawa memang lebih sering digunakan untuk menjadi salah satu daya tarik di sebuah perusaan seperti mobil, sepeda motor, handphone, rokok, hingga barang-barang lainnya. Pada umumnya, SPG digunakan saat acara event, seperti pameran yang diselenggaran di beberapa tempat-tempat perbelanjaan seperti mall, gedung khusus pameran, dan pameran kecil yang ada dipinggir jalan. Biasanya para SPG akan diberikan seragam dari perusahaan yang menggunakan jasa mereka, dengan perjanjian dan kesepakatan antara SPG dengan orang yang bertanggung jawab di event tersebut.

SPG yang bertugas diarea kantor, biasanya sudah menjadi karyawan tetap. Yang berarti, mereka mendapatkan gaji pada setiap bulannya dan akan mendapatkan bonus setiap berhasil menjual prodaknya. Jika seorang SPG yang hanya berkerja saat ada event atau pameran, mereka hanya akan mendapatkan uang makan, dan bonus jika berhasil merayu para pendatang untuk membeli prodak yang ditawarkan. Dengan kesimpulan, besar kecilnya pendapatan SPG freelance tergantung dari berapa banyak ia menjual produknya.

Biasanya seorang SPG akan menggunakan pakaian yang menaraik untuk di pandang. Wanita yang berprovesi sebagai SPG ini tidak hanya mengandalkan kecantikan dan kemolekan tubuh yang mereka miliki, namun mereka harus pandai dalam penyampaian yang sesuai dengan apa yang mereka jual. Perlu kemampuan komunikasi dan juga kombinasi antara daya tarik fisik, untuk membuat pengunjung event atau pameran bersedia untuk membeli prodak yang ia tawarkan tersebut.

Ada seorang SPG yang dulu pernah malang melintang di dunia pameran, Lala namanya. Ia adalah salah satu SPG yang palingn sering ditanya soal produk yang sedang ia tawarkan, padalah ia bekerja bersama SPG yang lain di stand yang sama. Ketertarikan pengunjung khususnya pria, karena tubuh yang menarik, wajah yang ayu, dan tutur sapa yang sedikit menggoda tampaknya membuat teman-teman SPG nya terkesan biasa.

Dalam satu stand pameran biasanya ada 3 hingga 4 SPG yang bersedia untuk menjelaskan dan menjawab setiap pertanyaan terkait produk yang mereka jual. Hal ini terlihat jelas ketika pengunjung melihat para SPG cantik ini meliukkan tubuhnya,dan mengikuti alunan musik yang terdengar di area pameran.

Saat kita masuk ke area pameran, telinga kita akan disambut musik yang membuat kita lebih percaya diri, dan pemandangan para SPG yang sedang bergoyang santai di setiap stand. Banyaknya para foto grafer yang ingin mengabadikan bidikannya, sering kali meminta para SPG untuk berpose di dekat produk yang mereka jual.

Namun, karena sebuah pejanjian dan tuntutan target dari perusahaan untuk bisa menjual produk yang dipamerkan, membuat sejumlah SPG berinisiatif untuk melakukan apa saja demi menjual produknya. Hal ini yang pernah dialami oleh Lala, seorang SPG mobil yang bersedia membagi pengalaman kehidupan malamnya.

Jam kerja SPG biasanya dimulai dari jam 9 pagi hingga 21.00. Pada pagi harinya Lala menjalankan tugasnya dengan menyapa, menjelaskan tentang produknya. Dari sinilah Lala diminta untuk menulis nomer hanphonnya untuk nanti dihubungi oleh si pengunjung. Matahari sudah berlalu, Lala menuju rumah yang lumayan jauh dari area pameran. Seorang pengunjung (sebut saja Mr. M) telah menelfon Lala untuk mengajaknya keluar makan dengan alasan ingin bertanya soal mobil yang akan dia beli.

Dengan semangat, Lala bersedia untuk menerima tawarannya. Setelah bertemu, bercengkrama dan pada saat titik poin yang diucapkan oleh Mr. M membuat Lala terpaku dan menatap sang pria tersbut. Sang pria berucap, jika kamu mau temani aku tidur untuk satu malam ini, aku mau beli maobil yang sedang kamu tawarkan. Mendengar kalimat ini, Lala tidak dapat berbuat apa-apa karena mengingat akan ada bonus besar yang ia dapatkan dari perusahaan.

Dengan berfikir untuk beberapa menit, akhirnya Lala pun mau untuk menemani Mr. M. Dari kisah singkat seorang SPG ini, kini banyak SPG yang dianggap mau untuk diajak keluar hingga dipakai untuk berfantasi di sebuah hotel. SPG bukanlah pekerja seks komersil (PSK) yang bisa dengan mudah kita dapatkan. Benar, ada beberapa SPG yang memang tidak hanya menjual produknya, melainkan tubuhnya.

Namun hal ini sudah menjalar ke beberapa wilayah, dan SPG sudah dianggap wanita penjual diri. Hanya beberapa SPG saja yang mau dijadikan sebagai teman tidur sesaat dengan tarif yang lumayan tinggi menurut perjanjian. SPG adalah seorang wanita yang berjuang demi mendapatkan bayaran dengan cara menawarkan produk yang ia jaga, dan tak lebih dari seorang karyawan.