Strip Club Sebagai Pelengkap Dunia Clubbing

Strip club (klub penari telanjang) adalah sejenis klub malam atau bar yang menawarkan tari telanjang dan lap dance. Strip club ini sering diterima dalam club malam di Indonesia atau sejenis tempat hiburan lainnya dibandingkan dengan jenis hiburan dewasa seperti live sex show, tarian yang selalu disajikan pada malam hari ini sering kali diserang oleh kampanye moral.

Strip club terkadang bisa juga disebut gentlmen’s club, titty bars, girly bars, atau gogo bars. Tak semua Strip club dikunjungi oleh kaum lelaki, karena diluar negeri ada juga yang pasarnya wanita, seperti Chippendales yang diisi oleh sang penari pria. Tempat penari pria ini juga tak hanya banyak dikunjungi oleh para wanita saja, namun juga banyak dari kalangan gay.

Sapphire Gentlemen’s Club di Las Vegas adalah tempat Strip club terbesar di dunia. Di kota Tampa Florida, mempunyai banyak Strip club terkenal seperti Mons Venus, Manila, Bangkok, dan Pattaya yang juga memiliki sejumlah gogo bar. Namun untuk wilayah Amsterdam yang paling terkenal adalah live Sex Show yang terdapat di De Wallen.

Para penari telanjang atau exotic dancer, mengumpulkan uang tip dari para penonton yang langsung diberikan atau diberikan setelah usai menari. Para penonton biasanya akan memberi uang tip berupa kertas yang akan diselipkan di G-string atau garter penari. Strip Club biasanya akan ditampilkan pada saat tengah malam, dan pertunjukan ini biasanya hanya ada 1 sampai 2 dalam seminggu.

 

Untuk para penari Striping wanita yang ada di Indonesia tidak bisa disebut dengan PSK. Kerena ia hanya menari dengan menunjukkan tubuhnya saja, dan biasanya tidak ada kontak fisik di acara ini. Namun kini tampaknya sudah sangat sering sekali untuk para penonton dapat menyentuh bagian dari tubuh sang penari dengan alasan memberi uang tipsnya.

Tak jarang penonton yang akan mengajak untuk kencan dan menawarkan tarif yang kadang membuat para penari ini menerima tawarannya. Untuk alasan masuknya para wanita yang menjadi penari ini, sama halnya dengan alasan dasar pekerja malam pada umumnya. Yaitu faktor ekonomi, atau karena terlalu sering disakiti hingga ia mau berkerja sebagai Strip Club.

Faktor pergaulan adalah yang teruat untuk menjadikan seseorang kadang tidak dapat berfikir positif. Maraknya pergaulan di dunia malam, membuat sejumlah muda-mudi terjebak di dunia yang hitam. Beberapa tempat di Indonesia mungkin hanya ada beberapa Club atau bar yang menyediakan pertunjukan Stripis.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *