Warung Surga Lintas Pantura

Warem Surga Lintas Pantura

Warung remang-remang merupakan salah satu tempat, dimana warung ini menyediakan praktek prostitusi saat waktu-waktu tertentu. Sama halnya seperti warung-warung yang lain pada siang hari, tidak ada yang mencolok atau mencurigakan saat kita singgah untuk sekedar minum kopi. Namun jika waktu sudah mulai senja, maka warung ini akan menjelma bak diskotik yang penuh dengan wanita dan sejumlah minuman beralkohol.

Pada siang hari Warem (warung remang-remang) sama sekali tidak terlihat memiliki aktivitas yang berbau maksiat disebabkan karena bangunannya yang semi permanen. Namun warung ini akan menjadi sangat menggoda saat malam hari. Ada beberapa warem yang memang memasang tarif untuk sekali “naik”, namun ada juga yang secara personal menemani minum sambil menawarkan untuk “bobok”. Tak jauh berbeda dengan tempat lokalisasi yang ada di beberapa wilayah, warem juga akan menawarkan ST (Short Time) dengan harga Rp 150 hingga Rp 250 ribu sekali “sengat”.

Warem menyediakan beberapa jenis minuman beralkohol yang terderi dari bir, vodka, oplosan, dan masih ada beberapa minuman beralkohol murah lainnya. Pada siang hari tak akan ada untuk jual beli minuman, hanya sekedar kopi, es, dan minuman sewajarnya yang sama dijual diwarung lainnya. Anda bisa mendapatkan bir dan minuman lainnya serta wanita-wanita diskotik mini pada saat malam hari. Karena warem hanya akan beroprasi saat malam hari.

Wanita dengan pakaian seksi akan menghampiri kita saat kita memesan minuman. Perkenalan dan saling tanya jawab akan terjadi saat suasana mulai gelap, lampu yang tidak begitu terang membuat suasana semakin mendukung untuk melakukan bertanya terkait tarif yang disediakan. Beberapa kamar pun didesain seminimalis mungkin. Jika sewaktu-waktu terdapat razia, maka mereka akan pindah tempat untuk membuka warem baru dengan konsep yang bari juga.

 

Warung remang-remang sangat rawan razia polisi, maka bangunan mereka dibuat sangat sederhana dan tidak mencurigakan adanya prostitusi di dalamnya. Warem kini sudah menjamur di sepanjang jalan Pantura, bahkan ada beberapa yang berani untuk membuka usaha diskotik mini ini di dalam perkampungan sekaligus. Banyaknya peminat yang ingin menikmati “kopi pleng” (sebutan wanita warem) membuat banyak pramuria yang datang menghuni warung remang-remang ini.

Jika warem yang berada di sepanjang jalan Pantura lintas Surabaya-Jakarta, kebanyakan dari mereka yang mampir untuk sekedar minum kopi atau menyematkan untuk “naik” adalah dari kalangan para sopir-sopir truk. Namun jangan kaget bila harga segelas kopi di warem sebesar Rp 25.000. Harga ini tidak sewajarnya harga seperti warung kopi lainnya. Lantaran para sopir menyukai hal ini, maka bukan masalah bagi sang sopir untuk singgah diwarem.

 

Selain adanya minuman dan prostitusi, sebagian dari mereka juga menyediakan ruangan untuk karaoke. Tarif lebih murah dan setara dengan harga satu gelas kopi yaitu Rp 30.000 per satu jam. Hal ini dikarenakan warem hanya cenderung untuk melayani prostitusi saja, wajar jika mereka selalu menawarkan untuk berhubungan badan.

Bisa dibilang untuk bisnis warem ini adalah bisnis prostitusi terselubung, bisa juga dibilang hiburan para sopir karena letih dalam perjalanan. Hal ini membuktikan bahwa laki-laki dengan minuman bersoda itu sama. Mengapa sama, karena minuman bersoda dan laki-laki akan gembira jika bertemu dengan susu, Seperti minuman soda gembira.

Meskipun sudah banyak warem yang terkena razia dan pembongkaran paksa oleh oknum Satpol PP, para pemilik warem tak henti-hentinya untuk membangun bisnisnya ditempat yang berbeda dengan anak buahnya yang seksi.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *